Rabu, 22 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
BERKAT DALAM KERUKUNAN
Indahnya Kerukunan
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudari diam bersama dengan rukun!“
Saya percaya bahwa Ikatan Pelajar & Mahasiswa Nabire, Paniai,Dogiyai,Deiyai (IPMANAPADODE) setiap orang yang senang dengan apa yang baik dan indah dan siapa pun yang pintar atau bodoh, baik atau jahat perlu berukun. Meskipun kadang-kadang kebaikan dan keindahan itu bisa menjadi relatif ketika berhadapan dengan etika, norma, adat dan kebiasaan. Paling tidak seorang yang jahat pun akan menginginkan yang baik dan indah bagi dirinya dan keluarganya sendiri.
Allah melihat bahwa kebaikan dan keindahan dalam suatu kerukunan dia senang melihat kita. Oleh karena itu, setiap orang diajak untuk hidup dalam kerukunan tanpa kerukuna kita tak hidup normal dan membawa kita kejuran yang tak sempurna.Kita bisa gambarkan bahwa hidup ini adalah kebaikan dan keindahan, yang dihasilkan dari sebuah kerukunan,antar kota study yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, IPMANAPADODE adalah suatu kerukunan besar yang telah di bentuk oleh Bapak di surga yang senatiasa menemani langkah hidup kita setiap saat. Yang lebih khusus dan pada umumnya ikatan pelajar dan Mahasiswa Nabire,Paniai Dogiyai, Deiyai bersatu untuk menuju jalan yang benar sedang kerukunan adalah hasil kontribusi sikap dan tindakan yang baik dari dua atau lebih orang/pihak. Ajakan hidup dengan rukun di dasari adanya dua atau lebih pihak dalam suatu komunitas sehingga diperlukan sikap dan tindakan yang baik untuk menciptakan kerukunan diantara mereka. Jadi kerukunan tidak tercipta begitu saja secara tiba-tiba tapi merupakan andil dari orang-orang yang termasuk dalam suatu komunitas itu.
Sikap yang paling mendasar untuk menciptakan suatu kerukunan adalah melihat kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi, saling memahami dan menghormati antara satu dengan yang lain. Sikap ini yang perlu dimiliki oleh IPMANAPADODE. Sebaliknya apabila ada pihak-pihak yang mementingkan diri sendiri, tidak mau berusaha memahami orang lain sehingga dengan mudah memfonis/menghakimi, tidak mau menghormati orang lain dan mau menang sendiri akan menciptakan pertikaian atau permusuhan antara satu dengan yang lain..
Kepenting diri sendiri yang dimaksud tidak melulu dilihat dari segi materi tapi juga kehormatan. Bukan hanya karena “gila” materi seseorang bisa jatuh ke dalam dosa tetapi juga “gila” hormat. Maka tidaklah mengherankan apabila dalam persekutuan, keluarga bahkan gereja, ada yang memiliki sikap negatif seperti disebutkan diatas akan menghasilkan pertikaian/permusuhan dan atau perpecahan.
Bukan berarti tidak ada perbedaan yang mungkin menghasilkan batu kerikil atau pasir dilaut permasalahan dalam suatu komunitas, tapi kalau perbedaan dikomunikasikan dengan baik dengan sikap terbuka dan rendah hati serta mendasarkan pada kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bersama, maka pasti akan menghasilkan kesepakatan yang baik dan menguntungkan bersama.
Kalau IPMANAPADODE bersatu siapa yang melawan kita.???
Maju karena bersatu mundur karena cerai berai.
Odiyaipai uwapapode tebaiamoye